Senin, 09 Januari 2012

Tema : Warga Negara dan Negara



TANNAS DI INDONESIA


Sejak proklamasi di Indonesia mengalami gejolak dan ancaman dari dalam dan luar negeri. Negara Indonesia mendapat pembrontakan dan menjadi ajang kepentingan bangsa atau Negara maju. Walaupun mengalami gejolak ancaman dan tantangan, rakyat Indonesia tetap tegak berdiri sebagai bangsa yang merdeka, karena memiliki keuletan dan juga ketanguhan dalam mengatasi setiap hambatan, tantangan, ancaman dan gangguan. Negara RI yang memiliki UUD 1945 sebagai konstitusinya dan kedaulatannya pun berada ditangan rakyatnya sendiri.

TANNAS atau singkatan dari Ketahanan Nasional itulah yang berisi Keuletan dan Ketangguhan yang mendukung kemampuan untuk mengembangkan kedaulatan nasionalnya dalm menghadapi dan mengatasi segala hambatan, tantangan dan gangguan yang datang dari luar dan dalam untuk menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara untuk mecapai tujuan nasional. Pernyataan ini terdapat pada alinea IV Pembukaaan UUD 1945.

Pokok Pikiran TANNAS.
Ø  Manusia yang berbudaya, yang selalu berhubungan dengan :
-       TUHAN dengan Agama
-       Cita-cita dengan Idoelogi
-       Manusia dengan Sosialisai
-       Pemanfaatan alam dengan IPTEK
-       Rasa aman dengan Pertahanan keamanan
Ø  Tujuan nasional, Filsafat Indonesia.

Konsep TANNAS INDONESIA, yaitu :
1. Pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan serta kesejahteraan.
2. Keamanan yang seimbang, serasi, selaras, dalam kehidupan secara utuh dan menyeluruh.
3.    Berlandaskan dengan PANCASILA, UUD 1945 dan Wawasan Nusantara.

Asas-asas dalam TANNAS yaitu adalah tata kelakuan yang berdasarkan nilai “PANCASILA” UUD ’45. Asas –asasnya yang terdiri dari :
1.      Asas kesejahteraan dan keamanan.
2.      Asas komprensip integral dan menyeluruh / tersrbar.
3.      Asas MAWAS kedalam dan keluar.
4.      Asas kekeluargaan.

Adapun sifat-sifatnya didalam TANNAS, yang memiliki sifat yang terbentuk dari nilai-nilai yang terandung dalam landasan dan asas-asasnya, yaitu :
·         Mandiri, yang berarti percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri serta keuletan dan ketangguhan yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah yang menguntungkan dalam perkembangan global.
·         Dinamis, yaitu TANNAS yang diorientasikan kemasa depan yang bergantung dengan kondisi bangsa dan lingkungan strategisnya.
·         Wibawa, adalah keberhasilan TANNAS yang meningkatkan kemampuan dan kekuatan bangsa.
·         Konsultasi dan kerjasama, Pada TANNAS tidak mengutamakan sikap komprotatiatif dan antagonis, tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata serta mengutamakan kerjasama, sikap konsultatif danjuga saling menghargai.

Negara yang merupakan alat dari masyarakat mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan mansia dalam masyarakat, Negara mempunyai 2 tugas utama yaitu :
1.      Mengatur dan menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyarakat yang bertentangan satu dengan lainnya
2.      Mengatur dan menyatukan kegiatan-kegiatan manusia dan golongan untuk menciptakan tujuan besama yang disesuaikan dan diarakan pada tujuan Negara.

Sifat – sifat didalam Negara yaitu :
1.      Sifat memaksa, artinya Negara mempunyai kekuasaan untuk menggunakan kekerasan fisik secara legal agar tercapai ketertiban dalam masyarakat dan mencegah timbulnya anarkhi
2.      Sifat monopoli, artinya Negara mempunyai hak kuasa tunggal dan menetapkan tujuan bersama dari masyarakat
3.      Sifat mencakup semua, artinya semua peraturan perundangan mengenai semua orang tanpa terkecuali.



Tema : Pelapisan Sosial Dan Kesamaan Derajat



Pusara Laskar Pembaruan


          Proses interaksi yang berkesinambungan pasti akan selalu diikuti oleh perubahan sosial budayanya. Perubahan sosial budaya itu sendiri adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatannya didalam suatu masyarakat yang memengaruhi proses sosialnya, yang termasuk didalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola prilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakatnya.


Kata pusara itu yang diartikan sebagai suatu arus didalam kelompok-kelompok masyarakat yang menuju untuk suatu tujuan bersama. Laskar yang diartikan dengan suatu wadah kehidupan bermasyarakat yang berbudaya. Dan Pembaruan ialah diartikan dari segi materil dan bukan materil yang mempunyai suatu keinginan untuk menimbulkan rasa pada perubahan yang saling terikat pada aktivitas manusia yang terjadi disetiap tata masyarakat baik fisik, etika, pikiran dan politik. Jadi ini adalah perubahan yang secara menyeluruh pada kehidupan manusia untuk menuju pembaruaan yang lebih baik dan sangat bermanfaat pada aktifitas manusia, pembaruan ini sangatlah bergantung pada kondisi masyarakat yang mempengaruhi kelompok lain untuk mempunyai tujuan yang sama.

Dasar dan inti lapisan-lapisan didalam masyarakat adalah karena tidak adanya keseimbangan dalam pembagian hak, kewajiban dan tanggung jawab, serta dalam pembagian nilai-nilai sosial  pengaruhnya diantara anggota masyarakat. Setiap individu sebagai anggota masyarakat mempunyai hak dan kewajiban tertentu. Hak dan kewajiban akan terlihat dalam kedudukan (status) dan peranan (role) yang dijalankan individu tersebut.

Terjadinya pelapisan sosial

1.      Terjadi dengan sendirinya.
Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya karena memilikan kepandaian yang lebih, atau kerabat pembuka tanah, seseorang yang memiliki bakat seni, atau sakti.
2.      Terjadi dengan disengaja
Sistem palapisan ini disusun dengan sengaja ditujuan untuk mengejar tujuan bersama yang ditentukan secar jelas dan tegas adanya wewenang dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang. sistem ini dapat kita lihat misalnya didalam organisasi pemeritnahan, organisasi politik, di perusahaan besar. Didalam sistem organisasi yang disusun dengan cara ini mengandung dua sistem ialah :
-  sistem fungsional : merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat.
-  sistem scalar : merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas (vertikal).

Faktor – faktor yang mepengaruhi perubahan pada manusia :
-       Rasa Bosan
-       Lamanya umur manusia
-       Faktor demografi

Proses perubahan sosial
  1. Penemuan (Discovery), yaitu penambahan sesuatu yang baru pada kebudayaan.
  2. Invensi (Invention), yaitu suatu kombinasi cara penggunaan baru dari pengetahuan.
  3. Difusi kebudayaan, yaitu penyebaran dan peminjaman kebudayaan atau unsur-unsurnya dari suatu masyarakat kemasyarakat lain.
  4. Akulturasi, yaitu fenomena yang muncul sebagai hasil jika kelompok-kelompok manusia yang mempunyai kebudayaan berbeda-beda bertemu dan mengadakan kontak secara langsung dan terus-menmerus.
  5. Asimilasi, yaitu suatu proses sosial yang berlanjut yang ditandai oleh makin kurangnya perbedaaan anatara individu-individu dan antara kelompok-kelompok, dan eratnya persatuan aksi, sikap, dan proses mental yang berhubungan dengan kepentingan yang sudah melebur tadi.

”Setiap individu sebagai anggota masyarakat mempunyai hak dan kewajiban tertentu. Hak dan kewajiban akan terlihat dalam kedudukan (status) dan peranan (role) yang dijalankan individu tersebut”. 

Refrensi : Buku Dinamika Soaial

Tema : Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan




Keunikan Masyarakat Desa


Didevinisikan dari menurut pandangan oleh beberapa ahli, desa diantaranya menurut Sukardjo Kartohadi adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemeritnahan sendiri. Menurut Bintaro desa merupakan perwujudan atau kesatuan geografi, sosial, ekonomi, politik dan kultural yang terdapat disuatu daerah dalam hubungannya danpengaruhnya secara timbal-balik dengan daerah lain. Sedangkan dalam arti luas masyarakat adalah ekseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya.
Dalam arti sempit masyarakat adalah sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu, misalnya territorial, bangsa, golongan dan sebagainya.
Masyarakat harus mempunyai syarat-syarat berikut :
  1. Harus ada pengumpulan manusia, dan harus banyak.
  2. telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama disuatu daerah tertentu
  3. adanya aturan-aturan atau undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju pada kepentingan dan tujuan bersama.

Ciri-ciri Masyarakat desa (karakteristik)
Dalam buku Sosiologi karangan Ruman Sumadilaga seorang ahli Sosiologi “Talcot Parsons” menggambarkan masyarakat desa sebagai masyarakat tradisional (Gemeinschaft) yang memabagi sebagai ciri-ciri pada umumnya, diantaranya:
1.      Afektifitas ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta , kesetiaan dan kemesraan. Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan tolong menolong, menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orang lain dan menolongnya tanpa pamrih.
2.      Orientasi kolektif sifat ini merupakan konsekuensi dari Afektifitas, yaitu mereka mementingkan kebersamaan , tidak suka menonjolkan diri, tidak suka akan orang yang berbeda pendapat, intinya semua harus memperlihatkan keseragaman persamaan.

3.      Partikularisme pada dasarnya adalah semua hal yang ada hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah tertentu. Perasaan subyektif, perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja.(lawannya Universalisme)
4.       Askripsi yaitu berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja, tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan.(lawanya prestasi).
5.      Kekabaran (diffuseness). Sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan eksplisit. Masyarakat desa menggunakan bahasa tidak langsung, untuk menunjukkan sesuatu. Dari uraian tersebut (pendapat Talcott Parson) dapat terlihat pada desa-desa yang masih murni masyarakatnya tanpa pengaruh dari luar.
Keunikan pada masyarakat desa itu sendiri ialah terdapat pada tingkahlaku atau kebisaan yang mereka lakukan setiap harinya, kebisaan itu muncul karena adanya faktor dari keturunan dan kepercayaannya terhadap nenek moyang, yang mana tradisi itu telah turun menurun diterapkan oleh anak cucunya pada kehidupaanya dan hingga sampai saat ini.
Keunikan didalam kebisaaannya itu bisa saja membawakan manfaat tradisi sendiri, kebiasan itu bisa terlihat dari beberapa aktivitas yang mereka lakukan setiap harinya, diantaranya kebisaan itu sbb :
Q      Kebisaan memakan sirih oleh orang lanjut usia, untuk meluangkan diwaktu senggangnya sekaligus ini bermafaat untuk memperkuat kualitas pada gigi tetapi dengan efek gigi menjadi hitam kemerah-merahan biasanya dengan ini tidak perlu menggosik gigi lagi.
Q      Membagikan hasil panenya kepada tetangga disekitar rumahnya untuk mempererat tali persaudaraan atau sekedar dinikmati bersama-bersama keluarga.
Q      Lebih memilih memasak dengan menggunakan kayu bakar walaupun pemerintah telah membagikan kompor dan tabung gas elpiji.
Q      Bentuk suatu rumah yang seragam yang bisa disebut dengan rumah adat.
Q      Masih mempercayai keadaan yang mistis yang dikolaburasikan dengan penganut kepercayaannya masing-masing.
Q      Kepolosan pada kepribadianya masih menjadi kebiasaan dalam kehidupan.
Q      Senang berjalan kaki untuk menuju suatu tempat yang lumayan jauh yang hanya sekedar untuk keperluan hidupnya sehari-hari.
Q      Memelihara binatang produktif telah menjadi pelengkap dalm kehidupanya.
            Dari hal-hal yang disebutkan diatas tadi merupakan contoh yang positif untuk tidak berkehidupan berlebih-lebihan yang hanya sekedar untuk melepaskan kesenangan yang hanya sesaat. Manusia memang tidak pernah luput dari kesalah tetapi ini adalah sebagai pembelajaran untuk hari esok yang lebik baik lagi.

Tema : KEBUDAYAAN HINDU, BUDHA DAN ISLAM


 
                             Sillahturrahim Lambang Agama


               Pada umumnya semua umat beragama walaupun itu berbeda-beda, mereka saling menerapkan sistem sillahturahim atau tali persaudaraan. Saling memepererat tali persaudaraan adalah salah satu dari bentuk tolak ukur ataupun itu juga sudah menjadi tradisi yang telah membudaya oleh setiap umat beragama lainnya.
Kejadiian ini biasanya terlihat pada umat manusia yang erat hubungannya dengan manusia lainya yang disebabkan karena saling ketergantungan kepada manusia yang lainnya dan juga karena ada hubungan yang erat antara satu dengan yang lainya seperti pada halnya antar sesama umat beragama yang sejenis, pada sudara sedarah daging atau orang yang mungkin sudah salah satu termasuk dalm kehidupan anda.
               Sillahturahim merupakan hawa-hawa yang sangat positif yang bisa meningkatkan pereratan hubungan antar umat manusia menjadi lebih baik lagi yang lebih harmonis tanpa adanya rasa keburukan yang diluar dari fikiran diumat manusia yang lainya. Biasanya sillahturahim terjadi pada saat hari raya besar pada setiap umat beragama lainnya untuk lebih mendekatkan diri kepada maha penguasa yang mereka percayai. Akan tetapi tidak hanya pada hari-hari tertentu saja umat beragama lainnya juga sering melakaukan hal tersebut kapan pun bila ia mau dan dengan adanya kesempatan. Untuk lebih bisa menjauhkann prasangka buruk antara umat sejanisnya dan untuk lebih mempererat tali persaudaraannya masing-masing.
Menuru islam ialah Sesungguhnya silaturahmi merupakan amal shalih yang penuh berkah, dan memberikan kepada pelakunya kebaikan di dunia dan akhirat, menjadikannya diberkahi di manapun ia berada, Allah swt memberikan berkah kepadanya di setiap kondisi dan perbuatannya, baik yang segera maupun yang tertunda. Keutamaannya sangat banyak, profitnya melimpah, buahnya matang, pohon-pohonnya baik yang memberikan makanannya di setiap waktu dengan izin dari Rabbi-Nya.

INSTITUSIONALISASI SOSIAL
               Didalam masyarakat dibedakan adanya : cara atau “usage” kelaziman (kebiasaan) atau “folkways”; tata kelakuan atau “mores”, dan adapt istiadat “costom”. Disamping norma-norma yang tidak tertulis dan bersifat informal ini, ada juga norma yang sengaja diciptakan secara formal dalam bentuk peraturan – peraturan hukum. Setiap norma, baik usage, folkways,costom ataupun peraturan hokum yang tertulis, mengikat setiap anggota untuk mematuhinya, hanya saja kekuatan pengikatnya berbeda.
               Proses institusionalisasi, yaitu suat proses yang dilewati oleh norma kemasyarakatan yang baru untuk menjadi bagian dari salah satu lembaga kemasyarakatan, sehingga norma tersebut oleh masyarakt diterima, dihargai, dan kemudian ditaati dan dipatuhi dalam mengatur kehidupan sehai-hari.
Dari seorang ilmuan sosiologi yaitu Bapak Dr. Koentjaraningrat membagi lembaga sosial/pranata-pranata didalam kemasyarakatan menjadi 8 macam, yaitu :
  1. Pranata (domestic institutions), memenuhi kebutuhan kehidupan kekerabatan.
  2. Pranata ( economic institutions), memenuhi kebutuhan manusia untuk mata pencaharian hidup
  3. Pranata (scientific institution), untuk memenuhi kebutuhan ilmiah manusia
  4. Pranata (educational institutions), memenuhi kebutuhan pendidikan
  5. Pranata (aesthetic anda recreational institutions), untuk memenuhi kebutuhan ilmiah, menyatakan rasa keindahan dan rekreasi
  6. Pranata (religius institutions), memenuhi kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan Tuhan atau alam gaib
  7. Pranata (political institutios), memenuhi kebutuhan manusia untuk mengatur kehidupan berkelompok atau bernegara
  8. Pranata (cosmetic institutions), mengurus kebutuhan jasmaniah manusia.

Jumat, 30 Desember 2011

Tema : Penduduk, masyarakat dan kebudayaan # 2

Tema : Penduduk, masyarakat dan kebudayaan # 2

Masyarakat Moderen Dan Sampah Masyarakat


            Sebelumnya pasti kalian semua sudah mengetahui apa yang dimaksud dengan masyarakat itu bukan?. Masyarakat adalah suatu kesatuan kehidupan sosial manusia yang menempati wilayah tertentu, yang keteraturannya dalam kehidupan sosialnya telah dimungkinkan karena memiliki pranata sosial yang telah menjadi tradisi dan mengatur kehidupannya. Tekanannya disini terletak pada adanya pranata sosia, tanpa pranata sosial kehidupan bersama didalam masyarakat tidak mungkin dilakukan secara teratur. Pranata sosial disini dimaksudkan sebagai perangkat peraturan yang mengatur peranan serta hubungan antar anggota masyarakat, baik secara perseorangan maupun secara kelompok.

·        Masyarakat modern.
Penduduk yang telah terjadi didalam masyarakat pada zaman ini telah menjadi masyarakat yang telah berubah dalam berbagai aspek diantaranya terlihat dalam pola berfikirnya yang telah mulai maju untuk menemukan sesuatu hal atau penemuan yang baru untuk diteruskan oleh para generasi penerusnya, yang dimana ini bisa disebut juga dengan masyarakat modern. Karya masyarakat yang menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan, yang diperlukan manusia untuk menguasai alam sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk kepentingan masyarakat banyak.
Masyarakat modern bisanya selalu berfikir positif dan terus mencari tahu suatu hal yang dapat mereka perbaharui lebih baik lagi, dengan terus berusaha dan berusaha berkompetisi dengan cara yang sehat yang bertujuan untuk mendapatkan hasil yang terbaik.


·        Sampah masyarakat.
 Masyarakat pada zaman sekarang ini tidak semua yang pola berfikirnya seperti pola berfikirnya pada masyarakat modern, melainkan ada yang bersantai-santai saja dalam hidupnya untuk tidak berfikir lebih dalam lagi untuk kehidupan yang akan datang dan juga bisanya ia hanya mengandalkan orang yang dapat dipercayainya untuk bisa terus hidup lebih lama lagi. Masyarakat yang seperti ini bisanya hanyalah menjadi sampah dalam masyarakat saja yang bisa merepotkan orang banyak.. Jadi kita bisa dapatkan sampah masyarakat itu ialah orang yang malas membangun dirinya untuk menjalani kehidupannya, dan hanya bersenang-senang saja tanpa adanya usaha yang dapat menguntungkan orang banyak. Dan hanya terbawa oleh kesenangan dunia untuk sesaat.

Dalam pola berfikir masyarakat yang seperti ini dan dari semua fakta yang telah terjadi sebenarnya hanyalah masyarakat yang terbawa oleh perubahan zaman atau bisa disebut dengan “terbawa olah zaman” dan juga tidak memikirkan suatu hal untuk melangkahkan hidupnya lebih baik lagi. Seperti halnya dengan air  yang hanya mengikuti arus air yang deras.


Rasa yang meliputi jiwa manusia mewujudkan sega norma dan nilai masyarakat yang perlu untuk mengatur masalah-masalah kemasarakatan  alam arti luas., didalamnya termasuk, agama, ideology, kebatinan, kenesenian dan semua unusr yang merupakan hasil ekspresi dari jiwa manusia. Yang hidup sebagai anggota masyarakat. Selanjtunya cipta merupakan kemampuan mental, kemampuan piker dari orang yang hidup bermasyarakat dan yang antara lain menghasilkan filsafat serta ilmu pengetahuan. Rasa dan cipta dinamakan kebudayaan rohaniah. Semua karya, rasa dan cipta dikuasai oleh karsa dari orang-orang yang menentukan kegunaannya, agar sesuai dengan kepentingan sebagian besar, bahkan seluruh masyarakat.

            Dari pengetian tersebut menunjukkan bahwa kebudayaan itu merupakan keseluruhan ari pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial, yang digunakan untuk menginterpretasikan dan memahami lingkungan yang dihadapi, untuk memenuhi segala kebutuhannya serta mendorong terwujudnya kelakuan manusia itu sendiri.Atas dadar itulah  para ahli mengemukakan adanya unsure kebudayaan yang umumnya diperinci menjadi 7 unsur yaitu :

  1. unsur religi
  2. sistem kemasyarakatan
  3. sistem peralatan
  4. sistem mata pencaharian hidup
  5. sistem bahasa
  6. sistem pengetahuan
  7. seni

Tema :Penduduk Masyarakat dan kebudayaan # 1

Tema :Penduduk Masyarakat dan kebudayaan # 1

Kebudayaan Yang Telah Memudar



            Pada kebudayaan ini sebelumnya kita harus mengetahui apa itu kebudayaan? Menurut penertian dari ”selo sumarjan dan sulaiman. s”. Kebudayaan merupakan hasil budi daya manusia, ada yang mendefinisikan sebagai  semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya manusia menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan, sedangkan rasa mewujudkan segala norma dan nilai untuk mengatur kehidupan dan selanjutna cipta merupakan kemampuan berpikir kemampuan mental yang menghasilkan filsafat dan ilmu pengetahuan.

         Kebudayaan paling sedikit memiliki 3 wujud antara lain :
  1. wujud sebagai suatu kompleks dari ide, gagasan, norma, peraturan dan sejenisnya. Ini merupakan wujud ideal kebudayaan. Sifatnya abstrak, lokasinya aa dalam pikiran masyarakat dimana kebudayaan itu hidup
  2. kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat
  3. kebudayaan sebagai benda hasil karya manusia

            Di Indonesia sebagian besar penduduknya yang bertempat tinggal di kota, sudah hampir melupakan kebudayaan yang telah turun - menurun yang diwariskan oleh nenek moyangnya. Padahal kebudayaan itulah yang menjadi ciri khas dari bangsa Indonesia sendiri, tetapi karena perkembangan zaman yang telah maju dan modern masyarakat Indonesia hapir sudah tidak lagi memikirkan hal tersebut. Mereka selau sibuk dengan fasilitas perkembangan teknologi yang sudah mulai maju dan tidak sempat untuk memikirkan kebudayaan tersebut apa lagi untuk mewariskan kepada anak dan cucunya. Adanya perubahan dalam kebudayan inilah penyebab dari memudarnya suatu budaya dari suatu bangsa itu sendiri, masyarakat yang hanya mementingkan diri sendiri dan sudah hilangnya rasa jiwa sosialnya adalah ciri masyarakat pada zaman sekarang ini. Walaupun tidak semua masyrakat bersifat seperti itu.
           
Ada  pun beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :
  1. kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
  2. orang kota paa umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu.
  3. pembagian kerja di antra warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
  4. kemungkinan-kemungkinan  untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
  5. interaksi yang terjai lebih banyak terjadi berdasarkan pada factor kepentingan daripaa factor pribadi.
  6. pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu.
  7. perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.

Penduduk, Masyarakat dan kebudayaan

Penduduk, Masyarakat dan kebudayaan

                   Penduduk masyarakat dan kebudayaan adalah konsep-konsep yang pertautannya satu sama lain sangat berdekatan. hubungan antara masyarakat dan kebudayaan, ini merupakan dwi tunggal, hubungan dua yang satu dalam arti bahwa kebudayaan merukan hasil dari suatu masyarakat, kebudayaan hanya akan bisa lahir, tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. Dalam pengertian luas diartikan sebagai kelompok organisme sejenis yang berkembang biak dalam suatu daerah tetentu.
Penduduk dalam arti luas itu sering diistilahkan popuasi dan disini dapat meliputi populais hewan, tumbuhan dan juga manusia. Adapun masyarakat adalah suatu kesatuan kehidupan sosial manusia yang menempati wilayah tertentu, karena memiliki pranata sosial yang telah menjadi tradisi dan mengatur kehidupannya.

PENDUDUK DAN PERMASALAHANNYA
               Orang yang pertama mengemukakan teori mengenai penduduk ialah “Thomas Robert Malthus. Dalam edisi pertamanya “Essay Population “ tahun 1798. Malthus mengemukakan adanya dua persoalan pokok, yaitu bahwa bahan makanan adalah penting utnuk kehidupan manusia dan nafsu manusia tidak dapat ditahan.        Selain itu ada juga yang berpendapat bahwa manusia itu dalam kehidupannya terkait dengan alam atau daerah dimana mereka hidup. Oleh karena itu penduduk dunia itu bertambah karena kelahiran lebih besar dari kematian, sehingga tingkat kelahiran lebih besar dari tingkat kematian. Ini disebabkan karena manusia sebagai mahluk hidup akan selalu berusaha agar mempunyai keturunan dan memperjuangkan hidupnya untuk dapat hidup panjang (berumur panjang) dan ini sering dikenal dengan teori alam tentang pertumbuhan penduduk.

DINAMIKA PENDUDUK
               Dinamika penduduk menunjukkan adanya factor perubahan dalam hal jumlah penduduk yang disebabkan oleh adanya pertumbuhan penduduk. Penduduk bertambah tidak lain karena adanya unsurr lahir, mati, datang dan pergi dari penduduk itu sendiri. Karena keempat unsur tersebut maka pertambahan penduduk  dapat dihutung dengan cara : pertambahan penduduk = ( lahir – mati) + ( datang – pergi ). Pertambahan penduduk alami karena diperoleh dari selisih kelahiran dan kematian . Unsur penentu dalam pertambahan penduduk adalah tingkat fertilitas dan mortalitas. Fertilitas adalah tingkat pertambahan anak yang dihitung dari jumlah kelahiran setiap seribu penduduk dalam satu tahun. Tingkat kelahiran yang dihitung dari kelahiran perseribu penduduk dalam satu tahun merupakan kelahiran secara kasar, sering disebut Crude birth Rate (CBR). Dan mortalitas atau tingkat kematian secara kasar disebut Crude Date Rate (CDR), yaitu jumlah kematian pertahun perseribu penduduk.
               Untuk memproyeksikan penduduk dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut :
Pn = (1 + r) n x  Po
Pn = jumlah penduduk yang  dicari pada tahun tertentu (proyeksi penduduk)
 r = tingkat pertumbuhan penduduk dalam prosen
 n  = jumlah dari tahun yang akan diketahui
Po = jumlah penduduk yang diketahui apa tahun dasar

KOMPOSISI PENDUDUK
               Sensus penduduk yang diadakan 10 tahun sekali oleh pemerintah kita, bukan hanya menghitung jumlah penduduk saja tetapi juga mendata tentang umur penduduk, jenis kelamin penduduk, tingkat pendidikan penduduk, jenis mata pencaharian dan sebaginya. Komposisi penduduk suatu Negara dapat dibagi menurut komposisi tertentu, misalnya komposisi penduduk menurut umur, menurut tingkat pendidikan, menurut pekerjaan dan sebagainya.
               Berdasarkan komposisinya piramida penduduk dibedakan atas :
-          Penduduk muda yaitu penduduk dalam pertumbuhan, alasannya lebih besar dan ujungnya runcing, jumlah kelahiran lebih besar dari jumlah kematian
-          Bentuk piramida stasioner, disini keadaan penduduk usia muda, usia dewasa dan lanjut usia seimbang, pyramid penduduk stasioner ini merupakan idealnya keadaan penduduk suatu Negara
-          Piramida penduduk tua, Piramida ini menunjukkan penduduk usia muda jumlanya lebih kecil dibandingkan dengan penduduk dewasa, hal ini menjadi masalah karena jika berjalan terus menerus memungkinkan penduduk akan menjadi musnah karena kehabisan. Disini angka kelahiran lebih kecil dibandingkan angka kematian.

PERSEBARAN PENDUDUK
               Kecenderungan  manusia untuk memilih daerah yang subur untuk tempat tinggalnya, terjadi sejak pola hidup masih sangat sederhana. Itulah maka sejak masa purba daerah sangat subur selalu menjadi perebutan manusia. prinsip tempat tinggal mendekati tempat bekerja yang secara langsung atau tidak, menimbulkan ketidakseimbangan penduduk ditiap-tiap daerah. Sehingga terjadi daerah yang berpenduduk padat. Dari prinsip itulah  kemudian terjadi perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain.

PERKEMBANGAN DAN PERUBAHAN KEBUDAYAAN
               Salah satun pengertian kebudayaan dikemukakan oleh Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, merumuskan kebudayaan adalah semua hasil dari  karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan, yang diperlukan manusia untuk menguasa alam sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk kepentingan masyarakat.
               Rasa yang meliputi jiwa manusia mewujudkan sega norma dan nilai masyarakat yang perlu untuk mengatur masalah-masalah kemasarakatan  alam arti luas., didalamnya termasuk, agama, ideology, kebatinan, kenesenian dan semua unusr yang merupakan hasil ekspresi dari jiwa manusia. Semua karya, rasa dan cipta dikuasai oleh karsa dari orang-orang yang menentukan kegunaannya, agar sesuai dengan kepentingan sebagian besar, bahkan seluruh masyarakat. Para ahli mengemukakan adanya unsure kebudayaan yang umumnya diperinci menjadi 7 unsur yaitu :
  1. unsur religi
  2. sistem kemasyarakatan
  3. sistem peralatan
  4. sistem mata pencaharian hidup
  5. sistem bahasa
  6. sistem pengetahuan
  7. seni