Senin, 09 Januari 2012

Tema : Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan




Keunikan Masyarakat Desa


Didevinisikan dari menurut pandangan oleh beberapa ahli, desa diantaranya menurut Sukardjo Kartohadi adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemeritnahan sendiri. Menurut Bintaro desa merupakan perwujudan atau kesatuan geografi, sosial, ekonomi, politik dan kultural yang terdapat disuatu daerah dalam hubungannya danpengaruhnya secara timbal-balik dengan daerah lain. Sedangkan dalam arti luas masyarakat adalah ekseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya.
Dalam arti sempit masyarakat adalah sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu, misalnya territorial, bangsa, golongan dan sebagainya.
Masyarakat harus mempunyai syarat-syarat berikut :
  1. Harus ada pengumpulan manusia, dan harus banyak.
  2. telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama disuatu daerah tertentu
  3. adanya aturan-aturan atau undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju pada kepentingan dan tujuan bersama.

Ciri-ciri Masyarakat desa (karakteristik)
Dalam buku Sosiologi karangan Ruman Sumadilaga seorang ahli Sosiologi “Talcot Parsons” menggambarkan masyarakat desa sebagai masyarakat tradisional (Gemeinschaft) yang memabagi sebagai ciri-ciri pada umumnya, diantaranya:
1.      Afektifitas ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta , kesetiaan dan kemesraan. Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan tolong menolong, menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orang lain dan menolongnya tanpa pamrih.
2.      Orientasi kolektif sifat ini merupakan konsekuensi dari Afektifitas, yaitu mereka mementingkan kebersamaan , tidak suka menonjolkan diri, tidak suka akan orang yang berbeda pendapat, intinya semua harus memperlihatkan keseragaman persamaan.

3.      Partikularisme pada dasarnya adalah semua hal yang ada hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah tertentu. Perasaan subyektif, perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja.(lawannya Universalisme)
4.       Askripsi yaitu berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja, tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan.(lawanya prestasi).
5.      Kekabaran (diffuseness). Sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan eksplisit. Masyarakat desa menggunakan bahasa tidak langsung, untuk menunjukkan sesuatu. Dari uraian tersebut (pendapat Talcott Parson) dapat terlihat pada desa-desa yang masih murni masyarakatnya tanpa pengaruh dari luar.
Keunikan pada masyarakat desa itu sendiri ialah terdapat pada tingkahlaku atau kebisaan yang mereka lakukan setiap harinya, kebisaan itu muncul karena adanya faktor dari keturunan dan kepercayaannya terhadap nenek moyang, yang mana tradisi itu telah turun menurun diterapkan oleh anak cucunya pada kehidupaanya dan hingga sampai saat ini.
Keunikan didalam kebisaaannya itu bisa saja membawakan manfaat tradisi sendiri, kebiasan itu bisa terlihat dari beberapa aktivitas yang mereka lakukan setiap harinya, diantaranya kebisaan itu sbb :
Q      Kebisaan memakan sirih oleh orang lanjut usia, untuk meluangkan diwaktu senggangnya sekaligus ini bermafaat untuk memperkuat kualitas pada gigi tetapi dengan efek gigi menjadi hitam kemerah-merahan biasanya dengan ini tidak perlu menggosik gigi lagi.
Q      Membagikan hasil panenya kepada tetangga disekitar rumahnya untuk mempererat tali persaudaraan atau sekedar dinikmati bersama-bersama keluarga.
Q      Lebih memilih memasak dengan menggunakan kayu bakar walaupun pemerintah telah membagikan kompor dan tabung gas elpiji.
Q      Bentuk suatu rumah yang seragam yang bisa disebut dengan rumah adat.
Q      Masih mempercayai keadaan yang mistis yang dikolaburasikan dengan penganut kepercayaannya masing-masing.
Q      Kepolosan pada kepribadianya masih menjadi kebiasaan dalam kehidupan.
Q      Senang berjalan kaki untuk menuju suatu tempat yang lumayan jauh yang hanya sekedar untuk keperluan hidupnya sehari-hari.
Q      Memelihara binatang produktif telah menjadi pelengkap dalm kehidupanya.
            Dari hal-hal yang disebutkan diatas tadi merupakan contoh yang positif untuk tidak berkehidupan berlebih-lebihan yang hanya sekedar untuk melepaskan kesenangan yang hanya sesaat. Manusia memang tidak pernah luput dari kesalah tetapi ini adalah sebagai pembelajaran untuk hari esok yang lebik baik lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar